SJ News - шаблон joomla Авто

POLITIK

 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan akan mendatangi Mahkamah Agung untuk berkonsultasi terkait gugatan beberapa pihak soal penonaktifan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Saya kira sebagai warga negara, kami ikut saja. Kami hargai semua pendapat, kami rencanakan untuk paling lambat besok pagi menyampaikan ke MA," kata Tjahjo di Gedung DPR, Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Senin 13 Februari 2017.

Hal itu, menurut Tjahjo, terkait gugatan yang dilayangkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Pengadilan Tata Usaha Negara karena status Ahok hingga saat ini belum dinonaktifkan.

Tjahjo mengatakan, pihaknya akan menginventarisasi persoalan penonaktifan Ahok, seperti penandatanganan surat pemberhentian kepala daerah karena status terdakwa dan kasus yang menggunakan dakwaan alternatif.

Dia menjelaskan selama ini bagi pejabat maupun kepala daerah yang tersangkut hukum dengan dakwaan yang jelas seperti Operasi Tangkap tangan (OTT) langsung diberhentikan.

"Sementara, untuk kepala daerah yang menjadi terdakwa dengan dakwaan di bawah lima tahun, tidak diberhentikan. Untuk kasus Ahok, pihaknya menerima register dari pengadilan, bahwa terdapat dakwaan alternatif," jelas Tjahjo.

Kedatangan ke MA, kata dia, untuk mengetahui apakah pihaknya telah sesuai menerapkan undang-undang tersebut terhadap persoalan ini. Pasalnya, semua orang memiliki tafsir tersendiri. Untuk itu, pihaknya meminta pandangan MA untuk memberi masukan yang lebih adil.

Ahok ditetapkan terdakwa dengan dikenakan dua pasal yakni Pasal 156 dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sudah 8 bulan lamanya masa pemerintahan Bupati Nias Selatan, namun berbagai kalangan mencium adanya berbagai penyimpangan kewenangan yang dilakukan oleh Bupati Nias Selatan Hilarius Duha.

Hal ini disampaikan oleh mantan Ketua GMKI Telukdalam Faudunasokhi Bawamenewi di suatu tempat di Nias Selatan ketika diwawancarai oleh wartawan indonias.com, kamis (30/11).

"Ini kehancuran Nias Selatan. Sebagai pemuda Nias Selatan, kami melihat adanya berbagai penyimangan-penyimpangan yang dilakukanoleh Bupati Nias Selatan. Terkhusus penempatan jabatan struktural yang tidak sesuai aturan dan bertentangan dengan UU No.23 Tahun 2014." demikian ujarnya.

Faudunasokhi menambahkan, penempatan PNS juga sarat dengan kepentingan kroni, keluarga dan tim sukses Hilarius Duha.

"Bupati Hilarius Duha tidak konsisten dengan ucapan-ucapannya. Hilarius Duha tidak jujur. Katanya mau membenahi kepegawaian di Nias Selatan. Katanya PNS akan dikembalikan seluruhnya sesuai profesi masing-masing. Yang berasal dari guru harus dikembalikan jadi guru. Tapi buktinya hanya sebagian saja dan ada pengecualian terhadap keluarga, kroni dan tim suksesnya. sanagt kelihatan nepotisme. Masa adik kandung jadi Kepala dinas Keuangan? Emangnya ini harta warisan keluarga bupati ya?". tegasnya.

Dengan penuh kekesalan, Faudunasokhi mengatakan," Mutasi PNS Nias Selatan sudah tidak benar lagi. Sangat diskriminatif, sarat nepotisme, dan masih membawa-bawa dendam politik pilkada 2015. Dan sepertinya ada permufakatan jahat dalam kepemimpinan Bupati Nias Selatan. Katanya defisit, tapi organisasi perangkat daerah malah digemukkan. Itu sama dengan pemborosan uang rakyat. Hanya untuk mengakomodir kepentingan dan balas jasa Pilkada." (fm)

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset Daerah Terlantar (IndoNias.com)

Puluhan Mobil Truk dan L300 terlantar sudah tidak beropersi lagi, siang malam diguyur hujan didepan kantor dinas kelautan dan perikanan, kondisi rusak, ban kempes, berkarat karena sudah 6 bulan lebih di biarkan karena ditarik sepihak dari pemda kabupaten Nias Selatan.

Kebijakan Pemerintah Daerah Sebelumnya, Bupati Nisel ke 2 IDEALISMAN DACHI memberikan Mobil atau Truk secara Gratis kepada Kelompok masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat yang DANA nya kemarin diminta dari Pemerintah pusat dan diberikan dan digunakan untuk kepentingan rakyat.

Pantauan Indonias.com dilapangan justru masyarakat kecewa dengan kebijakan pemerintah baru bapak HILARIUS DUHA yang juga baru dilantik sebulan langsung memerintahkan untuk ditarik dari kami, ujar konstan yang mendapatkan bantuan, apakah ini Visi Misi utama setelah dilantik, katanya melayani...mana ? yang justru arogansi kekuasaan, program utama adalah menarik truk dari rakyat, kan...ini aneh, ujarnya.

seharusnya Pemimpin itu mampu menciptakan dari tidak ada menjadi Ada, itu namanya Pemimpin kreatif, inovatif,  kalau  yang ini terbalik, jadinya namanya apa dong...? jawab sendirilah ujarnya kepada wartawan IndoNias.

kalau memang mau memberikan kepada TS atau kelompok lain, ya tidak apa-apa, semestinya kreatif dong, jangan " Mati Gaya " cari atau minta ke pemerintah pusat dan ada sesuatu yang baru yang diberikan kepada rakyat, kenapa masa pak IDEALISMAN DACHI dulu bisa, ini justru terbalik di ambil dari rakyat dan diterlantarkan, aneh lagi kan....?

Kalau Truk kami ini bisa jalan, kami bisa makan, anak-anak kami bisa makan, harga-harga bahan bisa turun karena tarif angkutan turun karena persaingan sehat, tidak monopoli, tapi ya sudahlah...biar mereka makanlah truk itu yang sudah mau menjadi besi tua.

dan ada kebijakan yang sangat tidak adil, truk itu sekarang ada yang sudah diberikan satu dua truk kepada saudaranya yang kebetulan marga duha dengan alasan dikembalikan, jadi kenapa kepada kami tidak dikembalikan, apakah karena semarga dengan Bupati Hilarius Duha,

Jangan Nepotisme kencang sekali di Nisel ini, diduga semuanya marga Duha, lihat bagian keuangan dan Aset, Kepala Dinasnya saja adek Kandung, yang pegang uang Nias selatan lho...lebih 1 Triliun, masa adik kakak kandung pegang uang rakyat, kan tidak lucu, apa kata dunia...? BUD marga Duha, yang juga diduga kerabat saudara dekat, jadi dibawa kemana Nisel ini...ujarnya kesal.

Masyarakat Nisel Ir Wau juga menyampaikan kekecewaan mereka, kami kira truk itu ditarik untuk dimanfaatkan lagi,tapi yang terjadi justru diterlantarkan, apa pemerintah tidak senang kalau kami sejahtera.

photo :  Truk yang ditarik dan diterlantarkan oleh pemerintah daerah (indonias.com)

 

Didepan Kantor Bupati Nisel, Sejumlah PTTD Bakar Baju Dinas

NIAS SELATAN, (Indonias.Com) Puluhan PTTD kumpulkan pakaian dinas dan dibakar di depan Kantor Bupati Nias Selatan, mereka kesal, Bupati Hilarius dinilai tidak tepat janji, Senin (28/11).

Pemuka agama dan warga mendoakan pasangan Faduhusi Daely dan Khenoki Waruwu | Foto: Eksaudin Zebua

Nias Barat | IndoNias

Jika tidak ada aral yang melintang, Rabu, 13 April 2016, Plt. Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, akan melantik Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat terpilih, Faduhusi Daely dan Khenoki Waruwu di Medan.

Berita Populer

  • Terbaru
  • Terpopuler

Mendagri akan sambangi ...

  Menteri Dalam Negeri Tjahjo ...

MUTASI PEGAWAI KABUPATEN ...

Sudah 8 bulan lamanya masa ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

BUPATI HILARIUS DUHA TAK ...

Didepan Kantor Bupati Nisel, ...

Pemkab Nisbar Gelar ...

Nias Barat | IndoNias Untuk ...

Laporan Marinus Gea ke ...

Komentar akun Sukawani Hia pada ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

100 Tokoh Nias: Jejak ...

Mantan Wali Kota Medan dan ...

128 Bidan Ikuti Seleksi ...

Foto: Wira Zega Gunungsitoli | ...

13 April Kepala Daerah ...

Gubernur Sumatera Utara Tengku ...

140 Peserta Ikuti ...

Peserta Pemilihan Putri ...

155 Orang PPK Kabupaten ...

Telukdalam │ IndoNias Ketua ...

Tabloid IndoNias Edisi IX

Who's Online

Kami memiliki 46 tamu dan tidak ada anggota online

Kontak Kami

  • Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara
  • 0811 

Galeri Foto

Who's Online

Kami memiliki 46 tamu dan tidak ada anggota online

Statistics

OS:  
Linux i
PHP:  
5.5.38
MySQL:  
10.1.21-MariaDB-cll-lve
Waktu:  
10:20
Cache:  
Dinonaktifkan
GZip:  
Dinonaktifkan
Pengunjung:  
4
Artikel:  
837
Tautan Web:  
9