SJ News - шаблон joomla Авто

Foto: Litbang IndoNias/Istimewa

Jakarta | IndoNias

Empat kepala daerah terpilih di Kepulauan Nias hasil Pilkada 9 Desember 2015, akhirnya dilantik oleh Plt. Gubernur Sumut Tengku Erry di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri, Jakarta, Jum’at (22/4/2016). Mereka adalah Hilarius Duha-Sozanolo Ndruru (Nias Selatan), Faduhusi Daely-Khenoki Waruwu (Nias Barat), Marselinus Ingati Nazara-Haogosokhi Hulu (Nias Utara), dan Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli (Gunungsitoli).

Selain keempat kepala daerah se-Kepulauan Nias, pada saat bersamaan juga dilantik Bupati Karo Terkelin Brahmana dan wakilnya Cory Sriwati Sebayang serta Bupati Simalungun JR. Saragih. Sementara wakil bupati Simalungun terpilih, Amran Sinaga, tidak dilantik karena tersangkut persoalan hukum. Sedangkan Bupati dan Wakil Bupati Nias terpilih, pasangan  Sökhiatuĺö Laoli dan Arosökhi Waruwu, masih ditunda pelantikannya, dan akan dilantik setelah masa jabatan Sökhiatuĺö Laoli selaku bupati petahana berakhir pada 9 Juni 2016.

Dalam acara pelantikan yang juga dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan tersebut, Plt. Gubernur Sumut Tengku Erry berharap keenam kepala daerah yang baru dilantik agar menerapkan good governance dan clean governance menuju pemerintahan yang baik dan bersih, serta dapat meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Mari bangun daerah dengan potensi yang ada. Rangkul semua komponen demi kemajuan bersama dan jangan lupa bersinergi dengan pemerintah provinsi. Galakkan pembangunan untuk kepentingan masyarakat serta tidak membeda-bedakan antara pendukung dan non pendukung,” katanya seraya mengingatkan para kepala daerah yang baru dilantik agar memenuhi janji masing-masing saat kampanye. 

Senada dengan Tengku Erry, Mendagri Tjahjo Kumolo mengimbau para kepala daerah terpilih untuk merangkul masyarakat, mau mengikuti arahan dan harus sejalan dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Sedangkan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan berharap para kepala daerah terpilih mau menjadi contoh yang baik bagi masyarakatnya.

Pelantikan ini sekaligus menghapus keresahan yang dialami sejumlah kepada daerah terpilih di Kepulauan Nias. Sebelumnya, mereka sempat merasa dianaktirikan sebab belum kunjung dilantik pasca pilkada. “Tahapan pilkada sudah dilalui, jadwal sudah ada. Kami tidak tahu kenapa kami belum dilantik? Bayangkan kecewanya kami, masyarakat Nias, pemimpinnya belum dilantik," ujar Bupati Nias Barat terpilih Faduhusi Daely, Kamis (14/4/2016).

Sementara Bupati terpilih Nias Utara Marselinus Ingati Nazara juga merasa kecewa dengan lambatnya pemerintah melantik kepala-kepala daerah Kepulauan Nias hasil Pilkada 9 Desember 2015. “Jika hal ini berlarut-larut, maka sangat merugikan masyarakat Nias. Melantik bupati itu adalah kewajiban Gubernur Sumut dan merupakan hak dari bupati terpilih. Nias bukan anak tiri, kami juga anak kandung di republik ini,” katanya.

Dengan dilantiknya empat kepala daerah di Kepulauan Nias, diharapkan mereka dapat segera bekerja membangun daerah masing-masing dengan visi dan misi serta program kerja yang dulu pernah mereka dengung-dengungkan saat kampanye. Bagi sebagian besar masyarakat, pembuktian visi dan misi serta program kerja dari kepala daerah terpilih tentunya lebih penting artinya dibanding seremoni pelantikan. Selama lima tahun ke depan, para kepala daerah ditantang untuk membuktikan janji-janji yang dulu pernah mereka ucapkan.

Pasangan Hilarius Duha-Sozanolo Ndruru misalnya, pernah mendeklarasikan Sembilan program kerja saat kampanye di Tugu Tua Tödö Hia, di Desa Börönadu, Kecamatan Börönadu, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (18/9/¬2015). Sembilan program itu diberi nama “Siwa Sanuwu Sihönö” dan dibacakan langsung oleh Hilarius Duha di hadapan masyarakat Desa Börönadu yang sebelumnya menyambut kedatangan pasangan ini dengan tari-tarian perang.  

Poin pertama dari 9 program itu adalah membangun kultur pemerintahan yang bersih, mandiri, transparan, dan berorientasi dalam¬ pelayanan. Sedangkan point kedua berisi pemerataan pembangunan dengan skala prioritas yang berbasis desa. Pasangan HD-Sanolo berjanji untuk membereskan pembangunan infrastruktur di desa-desa.

Pendidikan dan kesehatan gratis juga dijanjikan oleh Hilarius Duha dan Sozanolo Ndruru. “Kalau selama ini masih ada pungutan, jika kami dipercaya dan terpilih, kami jamin tidak akan terjadi pungutan apa pun dan akan diprioritaskan pemberian program pendidikan gratis kepada keluarga kurang mampu dan siswa berprestasi,” kata Hilarius Duha.

Sementara  dalam acara Deklarasi Tim Pemenangan Pasangan Faduhusi Daely-Khenoki Waruwu se-Jabodetabek dan Bandung, di Gedung Sinar Kasih (d/h Gedung Suara Pembaruan), Jl. Dewi Sartika, Jakarta Timur, Minggu (6/9/2015), Faduhusi Daely dalam pemaparannya di depan para pendukung mengatakan, “Kami punya program menggratiskan biaya pendidikan dari SD sampai SMA, supaya generasi muda Nias Barat bisa sekolah, setidaknya sampai jenjang SMA. Dan karena di Nias Barat itu penuh dengan sawah, maka untuk para petani akan diberikan pupuk dan bibit secara gratis,” ujarnya.

Lain lagi dengan pasangan Marselinus Ingati Nazara-Haogosokhi Hulu yang jelang pilkada kemarin dikenal dengan sebutan paslon Ikhlas. Dalam lembaran Visi dan Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nias Utara setebal 15 halaman yang mereka tanda tangani pada 24 Juli 2015, mereka menjanjikan beberapa hal, antara lain mengutamakan penyelesaian pembangunan infastruktur dari desa ke kecamatan dan dari kecamatan menuju ibu kota kabupaten, membebaskan uang komite sekolah dengan cara mengangkat GTT menjadi GBD.

Selain itu, mereka juga berjanji akan membangun sektor pertanian sesuai potensi wilayah, termasuk menyediakan pupuk dan tenaga penyuluh profesional, membuka lahan pertanian baru serta memberdayakan para nelayan, mengupayakan ketersediaan air bersih dan memfasilitasi jaringan listrik bagi masyarakat, serta menyelesaikan pembangunan simbol-simbol daerah Kabupaten Nias Utara seperti kantor bupati,  kantor DPRD, rumah dinas bupati dan wakil bupati.

Sedangkan pasangan Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli dalam  acara debat yang diadakan KPUD pada Minggu (18/10/2015) di Aula Tetehosi STT Sunderman, Gunungsitoli, pernah berucap akan melakukan gebrakan peningkatan kualitas pendidikan, memaksimalkan pelayanan kesehatan, peningkatan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan yang mendera masyarakat Gunungsitoli. Mereka juga akan menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, profesional dan melayani, serta memperkokoh kehidupan sosial kemasyarakatan yang berbudaya, religius dan taat hukum.

Akankah janji-janji itu akan dipenuhi dalam lima tahun ke depan? (EM)

Berita Populer

  • Terbaru
  • Terpopuler

Mendagri akan sambangi ...

  Menteri Dalam Negeri Tjahjo ...

MUTASI PEGAWAI KABUPATEN ...

Sudah 8 bulan lamanya masa ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

BUPATI HILARIUS DUHA TAK ...

Didepan Kantor Bupati Nisel, ...

Pemkab Nisbar Gelar ...

Nias Barat | IndoNias Untuk ...

Laporan Marinus Gea ke ...

Komentar akun Sukawani Hia pada ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

100 Tokoh Nias: Jejak ...

Mantan Wali Kota Medan dan ...

128 Bidan Ikuti Seleksi ...

Foto: Wira Zega Gunungsitoli | ...

13 April Kepala Daerah ...

Gubernur Sumatera Utara Tengku ...

140 Peserta Ikuti ...

Peserta Pemilihan Putri ...

155 Orang PPK Kabupaten ...

Telukdalam │ IndoNias Ketua ...

Tabloid IndoNias Edisi IX

Kontak Kami

  • Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara
  • 0811 

Galeri Foto

Who's Online

Kami memiliki 98 tamu dan tidak ada anggota online

Statistics

OS:  
Linux i
PHP:  
5.5.38
MySQL:  
10.1.21-MariaDB-cll-lve
Waktu:  
10:27
Cache:  
Dinonaktifkan
GZip:  
Dinonaktifkan
Pengunjung:  
4
Artikel:  
837
Tautan Web:  
9