SJ News - шаблон joomla Авто

Komentar akun Sukawani Hia pada status akun Perdamaian Telaumbanua | Foto: FB

Jakarta | IndoNias

Sikap Anggota Komisi I DPR RI Marinus Gea yang melaporkan Sukawani Hia ke Polda Metro Jaya, Senin (25/4/2016), atas tuduhan pencemaran nama baik merupakan bentuk pembelajaran agar terlapor tidak lagi menebar fitnah di masa mendatang. Hal itu dikatakan Ketua Kominfo di DPP HIMNI Faigiziduhu Ndruru kepada IndoNias di kediamannya, Rabu (27/4/2016).

“Sehingga menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya di masa depan,” ujar Faigiziduhu.

Menurut Faigiziduhu, Ketua Umum HIMNI Marinus Gea merupakan pribadi dengan karakter terbuka yang senang menerima kritik dan saran. Dia juga selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan masalah. “Tapi kalau sudah menjurus ke fitnah dengan tujuan merusak nama baik, sikapnya bisa menjadi sangat tegas karena beliau sangat membenci perbuatan fitnah,” katanya.

Sebelumnya, Marinus Gea yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) melaporkan perbuatan Sukawani Hia yang menulis komentar di halaman Facebook milik Perdamaian Telaumbanua, terkait pelaksanaan pelantikan bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota di Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli.

Dalam komentar yang diposting pada 24 April 2016 sekitar pukul 14.04 WIB itu, Sukawani menuding pelaksanaan pelantikan para kepala daerah di Kepulauan Nias difasilitasi oleh HIMNI, tetapi HIMNI meminta kepada bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota yang akan dilantik untuk memberikan biaya sebesar Rp 600 juta. Sukawani juga mengatakan wakil bupati Nias Barat sempat marah besar di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, saat pihaknya melaporkan permintaan biaya itu.

Tudingan itu dibantah dengan tegas oleh Marinus Gea. Menurutnya, dirinya secara pribadi ataupun secara organisasi tidak pernah meminta uang kepada para kepala daerah terpilih untuk menyelenggarakan pelantikan. "Komentar dia telah secara nyata menyerang nama baik HIMNI, serta para pengurusnya," ujar Marinus, di Polda Metro Jaya, sesaat setelah melaporkan Sukawani.

Selain Marinus, Wakil Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, turut membantah tudingan Sukawani Hia,” Firnah lebih kejam dari pembunuhan. Tidak pernah Pak Marinus Gea berkata seperti itu. Saya berharap setiap memberi komentar supaya memperhatikan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sukawani diduga melanggar  pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) junto pasal 310 ayat 1 KUHP junto pasal 45.

IndoNias gagal mengkonfirmasi masalah ini ke Sukawani Hia melalui facebook, karena akunnya ternyata telah dihapus. (EM)

Berita Populer

  • Terbaru
  • Terpopuler

Mendagri akan sambangi ...

  Menteri Dalam Negeri Tjahjo ...

MUTASI PEGAWAI KABUPATEN ...

Sudah 8 bulan lamanya masa ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

BUPATI HILARIUS DUHA TAK ...

Didepan Kantor Bupati Nisel, ...

Pemkab Nisbar Gelar ...

Nias Barat | IndoNias Untuk ...

Laporan Marinus Gea ke ...

Komentar akun Sukawani Hia pada ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

100 Tokoh Nias: Jejak ...

Mantan Wali Kota Medan dan ...

128 Bidan Ikuti Seleksi ...

Foto: Wira Zega Gunungsitoli | ...

13 April Kepala Daerah ...

Gubernur Sumatera Utara Tengku ...

140 Peserta Ikuti ...

Peserta Pemilihan Putri ...

155 Orang PPK Kabupaten ...

Telukdalam │ IndoNias Ketua ...

Tabloid IndoNias Edisi IX

Who's Online

Kami memiliki 15 tamu dan tidak ada anggota online

Kontak Kami

  • Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara
  • 0811 

Galeri Foto

Who's Online

Kami memiliki 15 tamu dan tidak ada anggota online

Statistics

OS:  
Linux i
PHP:  
5.5.38
MySQL:  
10.1.21-MariaDB-cll-lve
Waktu:  
10:16
Cache:  
Dinonaktifkan
GZip:  
Dinonaktifkan
Pengunjung:  
4
Artikel:  
837
Tautan Web:  
9