SJ News - шаблон joomla Авто

Sonitehe Telaumbanua | Foto: Litbang IndoNias

Gunungsitoli | IndoNias

Direktur CV. Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua  mengatakan, sidang mediasi yang digelar secara tertutup pada Selasa (23/2) silam di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila No.12, Kota Gunungsitoli ternyata sama saja seperti sidang-sidang mediasi sebelumnya. Pihak tergugat tetap mempertahankan keinginan perusahaan Ridwan Winata  untuk membatalkan kemenangan CV. Karya Sendoro dalam tender pengadaan Alat Kesehatan Tahun Anggaran 2012. Padahal, mereka sudah tahu bahwa perusahaan yang meminta batal itu adalah penjahat keuangan negara.

“Wakil Ketua Pengadilan Negeri menanyakan kepada kita,  apa ada opsi lain selain tuntutan ganti rugi senilai Rp. 8 miliar. Kita menjawab, apabila Surat Pembatalan Bupati dievaluasi ulang sesuai Pasal 82 Ayat 7 Peraturan Presiden 54 Tahun 2010 beserta perubahannya, dan kemenangan kita dilanjutkan ke tahap kontrak dengan penyesuaian  harga, maka persoalan ini selesai.  Namun jawaban mereka melalui kuasa hukumnya bahwa mereka membenarkan Keputusan Bupati dan ingin melakukan tender ulang,” ujar Soni Telaumbanua.

Soni menjelaskan, jika Bupati Nias mau melakukan tender ulang proyek, maka dirinya tidak akan menghalangi, bahkan bila misalnya Bupati Nias jadi panitia lelang sekalipun tidak akan dilarang. Justru pihaknya menantang keberanian Bupati untuk mengadakan tender ulang. “Tetapi soal saya mencari keadilan terkait kesewenang- wenangan terhadap hak saya,  tidak bisa dibendung. Saya tetap gunakan jalur hukum,” katanya.  

Sikap Bupati Nias Sokhiatulo Laoli yang tetap mempertahankan keputusan untuk membatalkan kemenangan CV. Karya Sendoro sangat disesalkan. Kepentingan publik terabaikan gara-gara keputusannya itu, sebab masyarakat yang sakit jadi tidak bisa menikmati alat kesehatan.

Awal perkara ini bermula dari lelang pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Gunungsitoli Tahun Anggaran 2012 dari dana BDB Propinsi Sumatera senilai Rp. 15 miliar. Melalui proses tender  terbuka,  CV. Karya Sendoro ditetapkan pemenang oleh Panitia Pengadaan Rumah Sakit Umum Gunungsitoli dengan pagu penawaran terendah senilai Rp. 12, 2 miliar.

Namun belakangan, salah satu peserta lelang yakni PT. Winatindo Bratasena milik Ridwan Winata merasa keberatan dengan hasil lelang tersebut. Mereka meminta Bupati Nias untuk membatalkan kemenangan CV. Karya Sendoro. Bupati Nias ternyata menuruti keinginan PT. Winatindo Bratasena. Merasa dirugikan atas pembatalan secara sepihak, Soni Telaumbanua selaku Direktur CV. Karya Sendoro kemudian memilih menempuh jalur hukum. (in/003)

Berita Populer

  • Terbaru
  • Terpopuler

Mendagri akan sambangi ...

  Menteri Dalam Negeri Tjahjo ...

MUTASI PEGAWAI KABUPATEN ...

Sudah 8 bulan lamanya masa ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

BUPATI HILARIUS DUHA TAK ...

Didepan Kantor Bupati Nisel, ...

Pemkab Nisbar Gelar ...

Nias Barat | IndoNias Untuk ...

Laporan Marinus Gea ke ...

Komentar akun Sukawani Hia pada ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

100 Tokoh Nias: Jejak ...

Mantan Wali Kota Medan dan ...

128 Bidan Ikuti Seleksi ...

Foto: Wira Zega Gunungsitoli | ...

13 April Kepala Daerah ...

Gubernur Sumatera Utara Tengku ...

140 Peserta Ikuti ...

Peserta Pemilihan Putri ...

155 Orang PPK Kabupaten ...

Telukdalam │ IndoNias Ketua ...

Tabloid IndoNias Edisi IX

Who's Online

Kami memiliki 103 tamu dan tidak ada anggota online

Kontak Kami

  • Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara
  • 0811 

Galeri Foto

Who's Online

Kami memiliki 103 tamu dan tidak ada anggota online

Statistics

OS:  
Linux i
PHP:  
5.5.38
MySQL:  
10.1.21-MariaDB-cll-lve
Waktu:  
10:27
Cache:  
Dinonaktifkan
GZip:  
Dinonaktifkan
Pengunjung:  
4
Artikel:  
837
Tautan Web:  
9