SJ News - шаблон joomla Авто

 Anarota Gaho |Foto: Wilson Loi

Telukdalam | IndoNias

Pasangan suami istri Anarota Gaho dan Yutisa Duha, warga Desa Hiliamaetaluo, Kecamatan Toma, sukses membudidayakan semangka merah sejak tahun 2009. Bermodalkan Rp. 3 juta, omzet yang diraih setiap panen mencapai Rp. 6-9 juta.

“Modal awal melakukan penanaman semangka cukup 3 jutaan untuk luas lahan kurang lebih setengah hektar. Kurang lebih dua bulan setelah ditanam, semangka dapat dipanen. Omzetnya 2-3 kali lipat dibanding modal awal,” jelas Anarota Gaho kepada IndoNias saat dijumpai di lahan semangkanya, beberapa saat lalu.

Anarota Gaho menuturkan, dirinya pernah mengikuti pelatihan dan bimbingan dari Lembaga Pencerahan dan Advokasi Masyarakat Nias (LPAM) pada tahun 2009. Di sanalah dia belajar membudidayakan semangka. Berbekal pengetahuan, ketekunan dan semangat, dia berhasil mewujudkan impian menjadi petani semangka. “Buah semangka yang saya panen pernah mencapai berat 11 kg,” katanya.

Penghargaan sebagai Petani Teladan Nias Selatan pun diterimanya dari Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Nias Selatan pada tahun 2011 silam. Dia juga ditunjuk untuk mewakili kabupaten tersebut dalam pelatihan bidang pertanian di Kalimantan.

Sempat berhenti beberapa tahun, kini Anarota bersama istri kembali membuka lahan di kompleks Istana Rakyat dengan persetujuan dari Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi. Luas lahan semangka yang digunakannya saat ini sekitar setengah hektar.

“Bapak Bupati mengizinkan kami untuk menggunakan lahan setengah hektar sebagai percontohan. Saat ini sebagian buah yang matang sudah dipanen dengan berat rata-rata 8 kg/buah,” tuturnya.

Anarota menghimbau masyarakat Kepulauan Nias, khususnya Nias Selatan, untuk tidak mengimpor buah dari luar, sebab buah-buahan dapat dibudidayakan sendiri. “Apalagi budidaya semangka tidak sulit karena bisa tumbuh di tanah yang mengandung kadar air rendah,” ujarnya.

Dia merasa yakin angka pengangguran di Kepulauan Nias bisa berkurang melalui kegiatan budidaya semangka ini. Ia pun siap membantu memberi bimbingan bila dibutuhkan.

Bercermin dari keberhasilan Anarota Gaho, kiranya pemerintah melalui dinas pertanian harus bisa memberikan perhatian secara khusus kepada mereka yang benar-benar membuat terobosan  di bidang pertanian. Tidak seperti saat ini, dimana pemerintah terkesan hanya sibuk mengurus kelompok-kelompok tani yang sebagian di antaranya malah tidak jelas keberadaannya, dimana hanya ada nama kelompok taninya, tapi tidak ada wujud aktifitasnya. (in/014)

Berita Populer

  • Terbaru
  • Terpopuler

Mendagri akan sambangi ...

  Menteri Dalam Negeri Tjahjo ...

MUTASI PEGAWAI KABUPATEN ...

Sudah 8 bulan lamanya masa ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

BUPATI HILARIUS DUHA TAK ...

Didepan Kantor Bupati Nisel, ...

Pemkab Nisbar Gelar ...

Nias Barat | IndoNias Untuk ...

Laporan Marinus Gea ke ...

Komentar akun Sukawani Hia pada ...

NISEL" MATI GAYA" , ...

Puluhan mobil Truk Terlantar,Asset ...

100 Tokoh Nias: Jejak ...

Mantan Wali Kota Medan dan ...

128 Bidan Ikuti Seleksi ...

Foto: Wira Zega Gunungsitoli | ...

13 April Kepala Daerah ...

Gubernur Sumatera Utara Tengku ...

140 Peserta Ikuti ...

Peserta Pemilihan Putri ...

155 Orang PPK Kabupaten ...

Telukdalam │ IndoNias Ketua ...

Tabloid IndoNias Edisi IX

Who's Online

Kami memiliki 104 tamu dan tidak ada anggota online

Kontak Kami

  • Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara
  • 0811 

Galeri Foto

Who's Online

Kami memiliki 104 tamu dan tidak ada anggota online

Statistics

OS:  
Linux i
PHP:  
5.5.38
MySQL:  
10.1.21-MariaDB-cll-lve
Waktu:  
10:27
Cache:  
Dinonaktifkan
GZip:  
Dinonaktifkan
Pengunjung:  
4
Artikel:  
837
Tautan Web:  
9